DUNIA SALES

Tiada Hari Tanpa Sales

Menemukan marketing G-Spot (from milis marketing)

Pada dasarnya setiap produk sukses selalu punya histori yang menjadi
critical point yang mengantarkan produk itu ke serangkaian catatan
sukses. Biasanya critical point ini punya keterkaitan dengan situasi
pada saat itu. Orang sering mengatakan, “setelah kejadian itu,
produknya langsung melesat”. Dll. Saya percaya setiap produk sukses
pasti punya titik-titik krusial seperti itu. Pocari Sweat contohnya,
ia menemukan boom saat banyak penyakit demam berdarah di tanah air,
sekitar tiga tahun lalu. Class Mild menanjak saat incumbent mulai
menaikkan harga sehingga perbedaan harga menjadi signifikan. Saat ada
larangan promosi obat pencahar, Diapet yang boleh beriklan karena
bahannya dari herbal, langsung tancap gas. Saya kira ini bicara
momentum. Dan semua pebisnis sukses pun pasti punya momentum sukses
masing-masing. Para marketer seperti kita juga sedang mencari momentum
itu.

Saya sempat baca di buku “10 Pengusaha Yg Sukses Membangun Bisnis Dari
0” terbitan Gramedia (ditulis Sudarmadi), disitu ada contoh menarik
salah satu pengusaha tas yang produknya sudah sangat populer di
Indonesia. Pengusaha itu, Ronny Lukito, merupakan pengusaha tas dengan
merek antara lain Exsport, Eiger, Bodypack, Neosack, dll. Ia memang
pengusaha tas terbesar di Indonesia saat ini, dan kini sudah masuk ke
bermacam-macam bisnis. Antara lain membangun komplek-komplek perumahan
mewah di Bandung dan juga pemilik Kampung Daun.

Kembali ke critical point, dari yang saya analisa di buku itu, yang
membuat pengusaha ini sukses secara marketing, ketika ia mulai
diterima sebagai pemasok Matahari. Sebelumnya ia sempat ditolak 13
kali, tapi terus mencoba dan kemudian setelah 13 kali baru berhasil
diterima. Dari sinilah ia mulai mendapatkan ‘ruang’ untuk membuktikan
bahwa produknya memang baik dan digemari konsumen. Inilah yang menjadi
momentum penting dan kemudian bisnis tasnya berkembang pesat hingga
memperkerjakan ribuan orang dan akhirnya punya banyak bidang bisnis.
Jadi, momentum yang membuat dia sukses ialah ketika ia diterima
sebagai pemasok di Matahari saat merintis bisnis tas itu. Karena dari
situlah jalannya menjadi lebih lempang dan cepat. Setahu saya,
beberapa ahli pemasaran menyebut ‘titik kritis yang merubah nasib’ itu
sebagai Marketing G-Spot. Mungkin anda-anda punya istilah lain.

Saya kira, kita capek2 melakukan banyak aktifitas pemasaran tujuannya
juga mencari G-Spot itu. Semoga teman2 marketer segera menemukannya.

Salam Dahsyat

Advertisements

February 27, 2009 - Posted by | About Sales

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: