DUNIA SALES

Tiada Hari Tanpa Sales

Re: [marketing-club] Re: Bagaiamana Menjual Produk yang belum terlalu terkenal

Memang sejak tamat kuliah, saya sendiri sudah mulai tidak terpaku dengan 4P.  Kalau tidak salah ingat, awal-awal bekerja saya sudah keranjingan baca tulisan Pak Hermawan Kertajaya dengan pengembangan marketing mix diluar 4P yaitu dari 4A ke 4B ke 4P ke 4V, 4C, dan terakhir 5C!  Terus terang saya lupa persisnya apa (buku saya banyak masih ngendon di Sby, trus lagi ndak sempat lihat referensi, monggo dicari masing-masing, halah bilang aja femi malas hehehe…).  Tapi yang jelas saya ingat beliau menambahkan satu unsur untuk C terakhir pada 5C adalah Connector.  Mengapa?  Karena era internet sudah merebak sedemikian pesatnya, sehingga perlu framework tambahan bagi marketer untuk masuk kenew wave marketing era.

Ok, sekarang dari framework ala Hermawan Kertajaya dan sesepuh Marketing, Phillip Kotler saya memang coba sederhanakan di buku saya Raup Untung dengan Jual Diri itu jadi kata yang lebih mudah dipahami marketer maupun bukan, yaitu SMOOTH marketing.  Terus terang kalimat itu sendiri terangkai ketika lagi bete-betenya bisnis, dan evaluasi diri sendiri.  Jadi kira-kira bila dijabarkan dengan singkat yaitu :

S = Show your specific quality products or services

M = Make your own online or offline community

O = Organize your programme

O = Observe and maintain your community

T = Try to evaluate and be creative periodically

H = Have to be informative for continuity but not terrorize

Framework ini memang saya utarakan untuk memudahkan diri sendiri agar ingat bila sekarang ini bisnis identik dengan komunitas.  Komunitas adalah modal.  Orang dulu sering bilang create good product, tetapi sekarang apa kategori good?  New product, apa dasar produk baru?  Zaman sekarang rasanya produk pengembangan semua, tidak ada yang 100% baru.  Semua orang bisa mengatakan produknya bagus.  Semua orang bersaing harga mahal dan murah, akhirnya seragam.

Yang jelas, produk jualan memang seyogyanya harus bagus.  Tetapi saking konsentrasi ke good product, low cost product, kita jadi lupa kalau sekarang kita juga HARUS create market, BUKAN find the market.  Sebagus-bagusnya produk, tetapi tidak ada penciptaan pasar, maka produk sulit terserap.

Di sinilah perlunya Connector (istilah Pak Hermawan) atau kalau istilah saya Make your community. (M pada SMOOTH).  Kenapa?  Karena produk boleh sama fungsi dan harga, tapi komunitas bisa berbeda (tergantung cara kita membentuknya).   Sekarang adalah zaman yang sangat kompetitif, sehingga menurut hemat saya, sebelum terjun dalam suatu bidang usaha atau promosi produk, buatlah dulu komunitas.

Ini yang secara pribadi saya lihat dari Sour Sally dan J-CO yang sebelumnya sudah dibahas sebelumnya di thread ini.  Produk sebenarnya sih yoghurt doang, tetapi mereka mampu menciptakan komunitas atau pasar untuk berasumsi yoghurt itu barang gaul dengan daya tarik lokasi dan interior mereka.  Sama halnya dng J-CO, donat gaul, bedalah kalau beli donat di pasar.  J-CO menciptakan satu pasar di mana konsumen bisa sambil gaul dan meeting dengan sepotong donut saja di ruangan yang nyaman. So, produk sederhana, donut dan susu basi doang hehehe…  Tapi penciptaan pasar dan komunitaslah intinya.

Ok, kedua contoh tadi barang branded dengan modal besar yang mampu mengumpulkan massa menjadi pasar.  Sekarang apakah dapat diterapkan pada produk / bisnis skala medium (low cost)?  Justru 4P yang sudah transformasi ke 5C dan SMOOTH (maaf jadi narsis) ini memang terbentuk dari tuntutan sekarang untuk membuat hasil maksimum dari budget yang minimum (kalimat terakhir yang saya beri italic font saya kutip sedikit dari SINI).  Smooth marketing pun adalah framework untuk strategi (penciptaan) pasar yang efektif pada bisnis skala personal atau menengah.  5C atau SMOOTH memberi gambaran bila bisnis itu bukan sekadar jual, jual, dan jual produk.  Tapi harus diingat penjualan tidak bisa maksimal sebelum menciptakan komunitas yang akhirnya mempertemukan kita kepada niche needs dari komunitas yang kita bentuk.

Nah topik lebih lanjut tentu bagaimana akhirnya menciptakan pasar, karena ini sejatinya yang lebih penting bagi marketer.  Bahkan dalam beberapa kasus, produk varian baru bisa terbentuk akibat penciptaan komunitas.  Saya sebaiknya menghentikan sekarang, takut kebablasan nulis buku jadinya hehehe…

Maaf, bukan menggurui.  Sekadar berbagi pengalaman dari pengusaha kecil-kecilan, terima kasih 🙂

Salam Marketer

Femikhirana

yang nulis buku Raup Untung dengan Jual Diri

http://smoothmarketing.femikhirana.com

Advertisements

July 28, 2010 - Posted by | About Sales

2 Comments »

  1. makasih ya 🙂
    salam kenal 🙂

    Comment by fekhi | July 28, 2010 | Reply

  2. memang sungguh menarik artikel ini utk di baca khususnya bagi b pera marketer utk menciptakan pasar tersendiri bukan untuk mengekor merk atau pesaing lainnya.
    thanks 4 the article..

    Comment by habib bayyan husin | August 1, 2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: