DUNIA SALES

Tiada Hari Tanpa Sales

BAGAIMANA SALES MANAGER HARUS MENYIKAPI PEMIKIRAN SALESMAN TERHADAP TARGET BULANAN?

Artikel # 17: BAGAIMANA SALES MANAGER HARUS MENYIKAPI PEMIKIRAN SALESMAN TERHADAP TARGET BULANAN?
                                                                                       
Yang disebut target di sini ada dua hal, yaitu target kunjungan dan target penjualan. Keduanya harus menjadi satu. Dalam arti tidak boleh salesman hanya mengejar target kunjungan saja dan menelantarkan target penjualan.
Bagaimana sebaiknya? Apa yang mereka kejar terlebih dahulu? Mungkinkah mereka kejar dua-duanya sekaligus?
Dengan mengunjungi pelanggan dan presentasi yang benar, menggunakan cara-cara yang inovatif akan menghasilkan penjualan baik langsung maupun secara tak langsung. Oleh karena itu salesman harus mengunjungi pelanggan sesuai dengan targetnya, atau bahkan lebih dari yang diharuskan perusahaan tanpa mengorbankan mutu presentasi. Tambahan calon pelanggan diluar jumlah targetnya akan menambah penjualan. Dengan demikian maka salesman telah mengejar kedua target bersama-sama. Bila disuatu hari kunjungan salesman kurang dari yang seharusnya, maka perlu mengejar di hari berikutnya dalam minggu itu juga. Di sini diperlukan kejelian manager dalam menghadapi anak buahnya. Namun sebaliknya, jangan pernah salesman “menabung” tanda tangan / stempel pelanggan untuk hari-hari berikutnya. Salesman harus jujur terhadap diri sendiri, jangan menodai nama baik dengan hal-hal kecil yang dapat merusak nama di kemudian hari serta melemahkan etos kerja. Ingatlah, bekerja dengan ikhlas merupakan tanda syukur dan ibadah kepada Tuhan. Hal ini harus benar-benar dimasukkan ke hati para salesman.
 
Target penjualan memang harus dicapai, karena di situlah prestasi salesman (dan managernya) dinilai dan diberi tambahan selain gaji. Bila memang menginginkan uang di atas gaji dan uang transport, capailah selalu target penjualan bulanan. Niscaya salesman akan mempunyai tabungan yang lumayan besar untuk membahagiakan belahan hati di rumah ataupun persiapan masa depan cemerlang bagi yang masih belum menikah.
Apakah target penjualan Anda naik dari bulan ke bulan? Dari tahun ke tahun? Penyakit para salesman adalah menyalahkan manajemen perusahaan yang menaikkan target mereka dari satu waktu ke waktu berikutnya. Mereka merasa jadi sapi perahan, karena “setoran” harus naik terus. Benarkah?
Para salesman jarang yang menyadari kalau gaji pokok mereka naik dari tahun ke tahun. Mungkin karyawan lainpun juga tak menyadari kalau ada inflasi setiap tahunnya, yang berakibat naiknya harga bahan baku produksi, bahan pembantu, kemasan, biaya listrik, bahan bakar minyak, ongkos ini – itu dan lain sebagainya. Termasuk kenaikan gaji para pegawai yang lain.
Pernahkah salesman menyadari kalau setiap tahunnya penduduk Indonesia bertambah sekitar 2,5% dari jumlah yang telah ada? Ini berarti setidaknya ada 5.000.000 penduduk baru per tahun. Dengan demikian jumlah calon pemakai produk yang dijajakanpun bisa bertambah lebih banyak lagi. Tidak heran kalau perusahaan menaikkan target tahunannya, karena memang ada kesempatan untuk berkembang di pasar. Kalau target maupun realisasi penjualannya tetap, berarti perusahaan tidak berkembang sama sekali. Bahkan secara market share boleh dikatakan menurun, bila ternyata perusahaan yang sejenis dapat berkembang. Apa akibatnya bila perusahaan tak dapat berkembang? Kemungkinan besar akan merugi karena tak dapat lagi berkompetisi di pasar bebas. Setelah merugi dan merugi terus menerus? Kehabisan modal dan tak ada kreditor yang mau meminjamkan uangnya untuk melanjutkan kehidupan perusahaan tersebut. Akhirnya perusahaan ditutup, semua karyawan di PHK.
 
Persembahan
Fikri C. Wardana
Konsultan sales & marketing
Perlu pelatihan untuk karyawan perusahaan Anda?
 
Hubungi 021-4522044 atau E-mail: fcw_marketing_selling@…
 
fms training & seminars
telepon & fax: 021 – 4522044
Advertisements

September 25, 2013 Posted by | About Sales | Leave a comment