DUNIA SALES

Tiada Hari Tanpa Sales

BAGAIMANA SALES MANAGER HARUS MENYIKAPI PEMIKIRAN SALESMAN TERHADAP TARGET BULANAN?

Artikel # 17: BAGAIMANA SALES MANAGER HARUS MENYIKAPI PEMIKIRAN SALESMAN TERHADAP TARGET BULANAN?
                                                                                       
Yang disebut target di sini ada dua hal, yaitu target kunjungan dan target penjualan. Keduanya harus menjadi satu. Dalam arti tidak boleh salesman hanya mengejar target kunjungan saja dan menelantarkan target penjualan.
Bagaimana sebaiknya? Apa yang mereka kejar terlebih dahulu? Mungkinkah mereka kejar dua-duanya sekaligus?
Dengan mengunjungi pelanggan dan presentasi yang benar, menggunakan cara-cara yang inovatif akan menghasilkan penjualan baik langsung maupun secara tak langsung. Oleh karena itu salesman harus mengunjungi pelanggan sesuai dengan targetnya, atau bahkan lebih dari yang diharuskan perusahaan tanpa mengorbankan mutu presentasi. Tambahan calon pelanggan diluar jumlah targetnya akan menambah penjualan. Dengan demikian maka salesman telah mengejar kedua target bersama-sama. Bila disuatu hari kunjungan salesman kurang dari yang seharusnya, maka perlu mengejar di hari berikutnya dalam minggu itu juga. Di sini diperlukan kejelian manager dalam menghadapi anak buahnya. Namun sebaliknya, jangan pernah salesman “menabung” tanda tangan / stempel pelanggan untuk hari-hari berikutnya. Salesman harus jujur terhadap diri sendiri, jangan menodai nama baik dengan hal-hal kecil yang dapat merusak nama di kemudian hari serta melemahkan etos kerja. Ingatlah, bekerja dengan ikhlas merupakan tanda syukur dan ibadah kepada Tuhan. Hal ini harus benar-benar dimasukkan ke hati para salesman.
 
Target penjualan memang harus dicapai, karena di situlah prestasi salesman (dan managernya) dinilai dan diberi tambahan selain gaji. Bila memang menginginkan uang di atas gaji dan uang transport, capailah selalu target penjualan bulanan. Niscaya salesman akan mempunyai tabungan yang lumayan besar untuk membahagiakan belahan hati di rumah ataupun persiapan masa depan cemerlang bagi yang masih belum menikah.
Apakah target penjualan Anda naik dari bulan ke bulan? Dari tahun ke tahun? Penyakit para salesman adalah menyalahkan manajemen perusahaan yang menaikkan target mereka dari satu waktu ke waktu berikutnya. Mereka merasa jadi sapi perahan, karena “setoran” harus naik terus. Benarkah?
Para salesman jarang yang menyadari kalau gaji pokok mereka naik dari tahun ke tahun. Mungkin karyawan lainpun juga tak menyadari kalau ada inflasi setiap tahunnya, yang berakibat naiknya harga bahan baku produksi, bahan pembantu, kemasan, biaya listrik, bahan bakar minyak, ongkos ini – itu dan lain sebagainya. Termasuk kenaikan gaji para pegawai yang lain.
Pernahkah salesman menyadari kalau setiap tahunnya penduduk Indonesia bertambah sekitar 2,5% dari jumlah yang telah ada? Ini berarti setidaknya ada 5.000.000 penduduk baru per tahun. Dengan demikian jumlah calon pemakai produk yang dijajakanpun bisa bertambah lebih banyak lagi. Tidak heran kalau perusahaan menaikkan target tahunannya, karena memang ada kesempatan untuk berkembang di pasar. Kalau target maupun realisasi penjualannya tetap, berarti perusahaan tidak berkembang sama sekali. Bahkan secara market share boleh dikatakan menurun, bila ternyata perusahaan yang sejenis dapat berkembang. Apa akibatnya bila perusahaan tak dapat berkembang? Kemungkinan besar akan merugi karena tak dapat lagi berkompetisi di pasar bebas. Setelah merugi dan merugi terus menerus? Kehabisan modal dan tak ada kreditor yang mau meminjamkan uangnya untuk melanjutkan kehidupan perusahaan tersebut. Akhirnya perusahaan ditutup, semua karyawan di PHK.
 
Persembahan
Fikri C. Wardana
Konsultan sales & marketing
Perlu pelatihan untuk karyawan perusahaan Anda?
 
Hubungi 021-4522044 atau E-mail: fcw_marketing_selling@…
 
fms training & seminars
telepon & fax: 021 – 4522044
Advertisements

September 25, 2013 Posted by | About Sales | Leave a comment

<a href="ROYAL Power Bank 4 in 1 10400mAh - Black” title=”ROYAL Power Bank 4 in 1 10400mAh - Black“>ROYAL Power Bank 4 in 1 10400mAh - Black

April 29, 2013 Posted by | About Sales | Leave a comment

Apakah perusahaanmu sudah memberikan layanan Great SeX ?

artikel ini di copas dai milis sebelah 

Mungkin ini bisa menjawab mengenai makna sebuah pelayanan. dan everybody need SEX for making life better . :p

Bertahun-tahun dahulu, pada malam hujan badai, seorang laki-laki tua dan
istrinya masuk ke sebuah lobby hotel kecil di Philadelphia . Mencoba 
menghindari hujan, pasangan ini mendekati meja resepsionis untuk 
mendapatkan tempat bermalam. “Dapatkah Anda memberi kami sebuah kamar di
sini?” tanya sang suami. Sang pelayan, seorang laki-laki ramah dengan 
tersenyum memandang kepada pasangan itu dan menjelaskan bahwa ada tiga 
acara konvensi di kota.

“Semua kamar kami telah penuh,” pelayan berkata. “Tapi saya tidak dapat 
mengirim pasangan yang baik seperti Anda keluar kehujanan pada pukul 
satu dini hari. Mungkin Anda mau tidur di ruangan milik saya? Tidak 
terlalu bagus, tapi cukup untuk membuat Anda tidur dengan nyaman malam 
ini.”Ketika pasangan ini ragu-ragu, pelayan muda ini membujuk. “Jangan 
khawatir tentang saya. Saya akan baik-baik saja” kata sang pelayan. 
Akhirnya pasangan ini setuju.

Ketika pagi hari saat membayar tagihan, laki-laki tua itu berkata kepada 
sang pelayan, “Anda seperti seorang manager yang baik yang seharusnya 
menjadi pemilik hotel terbaik di Amerika. Mungkin suatu hari saya akan 
membangun sebuah hotel untuk Anda”. Sang pelayan melihat mereka dan 
tersenyum. Mereka bertiga tertawa. Saat pasangan ini dalam perjalanan 
pergi, pasangan tua ini setuju bahwa pelayan yang sangat membantu ini 
sungguh suatu yang langka, menemukan seseorang yang ramah bersahabat dan
penolong bukanlah satu hal yang mudah.

Dua tahun berlalu. Sang pelayan hampir melupakan kejadian itu ketika ia 
menerima surat dari laki-laki tua tersebut. 

Surat tersebut mengingatkannya pada malam hujan badai dan disertai dengan tiket 
pulang-pergi ke New York, meminta laki-laki muda ini datang mengunjungi 
pasangan tua tersebut. Laki-laki tua ini bertemu dengannya di New York, 
dan membawa dia ke sudut Fifth Avenue and 34th Street. Dia menunjuk 
sebuah gedung baru yang megah di sana, sebuah istana dengan kemerahan, 
dengan menara yang menjulang ke langit. “Itu”, kata laki-laki tua, 
“adalah hotel yang baru saja saya bangun untuk engkau kelola.” 

 
“Anda pasti sedang bergurau,” jawab laki-laki muda.”Saya jamin, saya tidak,” kata laki-laki tua itu, dengan tersenyum lebar. Nama laki-laki tua itu adalah William Waldorf Astor, dan
struktur bangunan megah tersebut adalah bentuk asli dari Waldorf-Atoria 
Hotel.

Laki-laki muda yang kemudian menjadi manager pertama adalah George C. 
Boldt. Pelayan muda ini tidak akan pernah melupakan kejadian yang 
membawa dia untuk menjadi manager dari salah satu jaringan hotel paling 
bergengsi di dunia.

Pelajarannya adalah…perlakukan lah semua orang dengan kasih, kemurahan dan hormat, dan Anda tidak akan gagal.

Nb : SEX = SErvice EXcellent

 
Apakah perusahaanmu sudah memberikan layanan Great SeX ?
 
Rgs,
 
Gabriel
@Gmontadaro

January 25, 2013 Posted by | About Sales | Leave a comment

[marketing-club] Meningkatkan Penjualan 35 Million Dolar dgn sebuah Kalimat “Kentangnya tidak sekalian?”

Case 1

Saya: “Mbak beli paket ayamnya dong, yang paket 1.” 

Si Mbak: “baik pak, nasinya mau di upsize?”

Saya: “Enggak deh”.

Si Mbak: “Tambah French Fries nya pak?”

Saya: “Oh boleh deh”

Si Mbak: “Kalo yang besar hanya selisih 5000 ribu, mau yang besar ajah?”

Saya: “Wah boleh juga deh”

Si Mbak: “Coca colanya di upsize juga pak? hanya tambah 3000 rupiah?

Saya: “Boleh sekalian”

 

Case 2

Agency: “Oh jadi bapak butuhk pembuatan website yang ada CMS nya yah”

Agency: “Apa ga sebaiknya di SEO sekalian pak?, biar search naturalnya di page 1 google”

Klien: “Wah bener juga sekali deh mbak”

Agency: “Ok siap pak. Btw bapak sudah masuk social media? srkg sedang grwoth banget pak”

Klien: ” oh yah, gimana emang datanya”

Agency: “Wah online user ajah udah 60 juta, twitter 29.4 dan facebook 37 juta, potensi besar buat brand pak”

Klien: “Iya yah sepertinya penting untuk mempersiapkan hal tersebut”

Agency: “Bener pak, sudah tanggung masuk online sekalian bangun sosmednya”

Klien: “Boleh deh sekali buatin penawarannya”.

 

Membuat konsumen membeli lebih banyak adalah hal yang sama pentingnya dengan mendatangkan konsumen baru. Bahkan dalam konteks ini tingkat kesulitan dalam membuat konsumen membeli lebih banyak jauh lebih mudah daripada mendatangkan konsumen baru. Mengapa? Yah sederhana saja, konsumennya sedang ada dihadapan kita dan kita punya kesempatan untuk membuat dia membeli lebih banyak dari yang mereka “rencanakan”.

 

Contoh pertama, walaupun tidak persis sama dengan SOPnya pasti sering kita jumpai ketika pergi ke Mc Donald, Anda akan ditawarkan apapun yang mungkin mereka tawarkan agar Anda membeli lebih banyak dari yang Anda pesan di awal. Mulai dari menawarkan upsize nasih putih, cangkir minuman bahkan menawarkan produk lain yang tadinya tidak kita pesan. Kalo yang tadinya kita beli paket habis 30 ribu, gara-gara strategi ini, uang yang kita belanjakan akhirnya mencapai 50 ribu rupiah. Yah konsumen akhirnya Membeli lebih Banyak.

 

“Tahukah Anda, dengan sebuah pertanyaan yang sederhana seperti “Kentangnya tidak sekalian?” Mc Donald bisa meningkatkan penjualan sampai 35 Million Dollar”

 

Contoh ke dua saya share untuk memperlihatkan bahwa strategi untuk membuat konsumen membeli lebih banyak bisa dilakukan untuk bisnis apapun termasuk jasa, hanya saja implementasi program dan SOP nya yang berbeda tentunya. Saya ambilkan contoh business online yang salah satu sahabat saya jalankan, bagaimana mereka mengimplemtasikan untuk bisnisnya sehingga yang tadinya mungkin transaksi pembuatan website hanyak berkisar 20-30 juta menjadi transaksi yang bernilai 20 juta per bulan (jika kontrak 12 tahun maka nilai transaksinya menjadi 240 juta), 12 kali nilai awal. Luar biasa bukan dan ini contoh nyata.

 

Ada beberapa tips bagaiamana kita bisa membuat konsumen kita Pay More yang mungkin berguna untuk kita, coba kita diskusikan yah:

 

1. Pahami Konsumen

Ketika seseorang membeli sebuah laptop, coba jabarkan kira-kira apa sajah yang kelak akan “butuhkan”? Tidak terpikir? Ok coba jawab pertanyaan saya, ketika Anda membeli sebuah laptop kira-kira akan membutuhkan Mouse tidak? Ok, kalo anti gores laptopnya biar awet butuh? Bagaiamana dengan Windows original? Oh yah sekalian Bag nya yang anti banting butuh? Kalo lapis bodynya seperti butuh yah biar anti gores? Oh bagiamana pelapis keyboardnya agar tidak berdebu dan awet? Sekalian nih Earphonenya lagi ada diskon?

 

Nah loh jadi banyak banget yah yang dijual, kalo harga “seharusnya” yang rencananya dikeluarkan adalah 4 juta untuk laptop, tapi karena butuh mouse 100 ribu, Anti gores layar 50 ribu, Windows originalnya 1.5 juta, Tas anti banting 500 ribu, pelapis body 50 ribu, pelapis keyboard 50 ribu dan earphone 50 jadilah total penjualan menjadi 6.3 juta dari seharusnya hanya 4 juta. 50% lebih penjualan terjadi.

 

Itu baru 1 laptop, bagaiamana jika Anda menjual rata-rata 100 laptop sebulan, jika ada 20 persen saja terjadi akibat “pay more” maka berapa penjualan Anda hanya dengan memaksimalkan konsumen yang sudah ada? Perlu biaya promosi? TIDAK.

 

2. Siapkan produk “Lainnya”

Produk “lainnya” yang merupakan komplementer dari produk utama yang diberli oleh konsumen “wajib” ada tentunya, apalagi jika produk-produk tersebut sudah terstandart/ otomatis di”butuhkan” secara sadar maupun tidak sadar oleh konsumen. Seperti contoh jualan laptop di atas, tentu saja Anda harus menyediakan produk-produk lainnya yang sudah disebutkan, jika tidak bagaiamana? KOLABORASI dengan toko aksesoris dong, sharing pendapatan jika terjadi penjualan akibat rekomendasi Anda ke partner Anda tersebut.

 

Apakah harus produk, yah tidak. Jangan dipahami secara konten, tapi pahami strategi tersebut secara konteks, jika bukan produk mungkin Anda bisa tawarkan service, delevery atau apa saja yang bisa membuat penjualan Anda “bertambah” yang dengan kata lain membuat konsumen membayar lebih banyak.

 

3. Buatkan SOP

Ini sangat penting, harus ada SOP (aturan standart) tertulis yang dibuat untuk semua staff penjualan atau front liner yang memang bertanggung jawab dalam melakukan eksekusi “Pay More” ini. SOP ini Anda evaluasi secara berkala setiap bulan bagaimana efektivitasnya dan berapa rupiah yang bisa dihasilkan dari “Pay More”.

 

Hayo any komen or idea.

 

@rexmarindo

 

www.creasionbrand.co.id

creasionbrand.blogspot.com

September 4, 2012 Posted by | About Sales | Leave a comment

[marketing-club] Meningkatkan Penjualan 35 Million Dolar dgn sebuah Kalimat “Kentangnya tidak sekalian?”

Case 1

Saya: “Mbak beli paket ayamnya dong, yang paket 1.” 

Si Mbak: “baik pak, nasinya mau di upsize?”

Saya: “Enggak deh”.

Si Mbak: “Tambah French Fries nya pak?”

Saya: “Oh boleh deh”

Si Mbak: “Kalo yang besar hanya selisih 5000 ribu, mau yang besar ajah?”

Saya: “Wah boleh juga deh”

Si Mbak: “Coca colanya di upsize juga pak? hanya tambah 3000 rupiah?

Saya: “Boleh sekalian”

 

Case 2

Agency: “Oh jadi bapak butuhk pembuatan website yang ada CMS nya yah”

Agency: “Apa ga sebaiknya di SEO sekalian pak?, biar search naturalnya di page 1 google”

Klien: “Wah bener juga sekali deh mbak”

Agency: “Ok siap pak. Btw bapak sudah masuk social media? srkg sedang grwoth banget pak”

Klien: ” oh yah, gimana emang datanya”

Agency: “Wah online user ajah udah 60 juta, twitter 29.4 dan facebook 37 juta, potensi besar buat brand pak”

Klien: “Iya yah sepertinya penting untuk mempersiapkan hal tersebut”

Agency: “Bener pak, sudah tanggung masuk online sekalian bangun sosmednya”

Klien: “Boleh deh sekali buatin penawarannya”.

 

Membuat konsumen membeli lebih banyak adalah hal yang sama pentingnya dengan mendatangkan konsumen baru. Bahkan dalam konteks ini tingkat kesulitan dalam membuat konsumen membeli lebih banyak jauh lebih mudah daripada mendatangkan konsumen baru. Mengapa? Yah sederhana saja, konsumennya sedang ada dihadapan kita dan kita punya kesempatan untuk membuat dia membeli lebih banyak dari yang mereka “rencanakan”.

 

Contoh pertama, walaupun tidak persis sama dengan SOPnya pasti sering kita jumpai ketika pergi ke Mc Donald, Anda akan ditawarkan apapun yang mungkin mereka tawarkan agar Anda membeli lebih banyak dari yang Anda pesan di awal. Mulai dari menawarkan upsize nasih putih, cangkir minuman bahkan menawarkan produk lain yang tadinya tidak kita pesan. Kalo yang tadinya kita beli paket habis 30 ribu, gara-gara strategi ini, uang yang kita belanjakan akhirnya mencapai 50 ribu rupiah. Yah konsumen akhirnya Membeli lebih Banyak.

 

“Tahukah Anda, dengan sebuah pertanyaan yang sederhana seperti “Kentangnya tidak sekalian?” Mc Donald bisa meningkatkan penjualan sampai 35 Million Dollar”

 

Contoh ke dua saya share untuk memperlihatkan bahwa strategi untuk membuat konsumen membeli lebih banyak bisa dilakukan untuk bisnis apapun termasuk jasa, hanya saja implementasi program dan SOP nya yang berbeda tentunya. Saya ambilkan contoh business online yang salah satu sahabat saya jalankan, bagaimana mereka mengimplemtasikan untuk bisnisnya sehingga yang tadinya mungkin transaksi pembuatan website hanyak berkisar 20-30 juta menjadi transaksi yang bernilai 20 juta per bulan (jika kontrak 12 tahun maka nilai transaksinya menjadi 240 juta), 12 kali nilai awal. Luar biasa bukan dan ini contoh nyata.

 

Ada beberapa tips bagaiamana kita bisa membuat konsumen kita Pay More yang mungkin berguna untuk kita, coba kita diskusikan yah:

 

1. Pahami Konsumen

Ketika seseorang membeli sebuah laptop, coba jabarkan kira-kira apa sajah yang kelak akan “butuhkan”? Tidak terpikir? Ok coba jawab pertanyaan saya, ketika Anda membeli sebuah laptop kira-kira akan membutuhkan Mouse tidak? Ok, kalo anti gores laptopnya biar awet butuh? Bagaiamana dengan Windows original? Oh yah sekalian Bag nya yang anti banting butuh? Kalo lapis bodynya seperti butuh yah biar anti gores? Oh bagiamana pelapis keyboardnya agar tidak berdebu dan awet? Sekalian nih Earphonenya lagi ada diskon?

 

Nah loh jadi banyak banget yah yang dijual, kalo harga “seharusnya” yang rencananya dikeluarkan adalah 4 juta untuk laptop, tapi karena butuh mouse 100 ribu, Anti gores layar 50 ribu, Windows originalnya 1.5 juta, Tas anti banting 500 ribu, pelapis body 50 ribu, pelapis keyboard 50 ribu dan earphone 50 jadilah total penjualan menjadi 6.3 juta dari seharusnya hanya 4 juta. 50% lebih penjualan terjadi.

 

Itu baru 1 laptop, bagaiamana jika Anda menjual rata-rata 100 laptop sebulan, jika ada 20 persen saja terjadi akibat “pay more” maka berapa penjualan Anda hanya dengan memaksimalkan konsumen yang sudah ada? Perlu biaya promosi? TIDAK.

 

2. Siapkan produk “Lainnya”

Produk “lainnya” yang merupakan komplementer dari produk utama yang diberli oleh konsumen “wajib” ada tentunya, apalagi jika produk-produk tersebut sudah terstandart/ otomatis di”butuhkan” secara sadar maupun tidak sadar oleh konsumen. Seperti contoh jualan laptop di atas, tentu saja Anda harus menyediakan produk-produk lainnya yang sudah disebutkan, jika tidak bagaiamana? KOLABORASI dengan toko aksesoris dong, sharing pendapatan jika terjadi penjualan akibat rekomendasi Anda ke partner Anda tersebut.

 

Apakah harus produk, yah tidak. Jangan dipahami secara konten, tapi pahami strategi tersebut secara konteks, jika bukan produk mungkin Anda bisa tawarkan service, delevery atau apa saja yang bisa membuat penjualan Anda “bertambah” yang dengan kata lain membuat konsumen membayar lebih banyak.

 

3. Buatkan SOP

Ini sangat penting, harus ada SOP (aturan standart) tertulis yang dibuat untuk semua staff penjualan atau front liner yang memang bertanggung jawab dalam melakukan eksekusi “Pay More” ini. SOP ini Anda evaluasi secara berkala setiap bulan bagaimana efektivitasnya dan berapa rupiah yang bisa dihasilkan dari “Pay More”.

 

Hayo any komen or idea.

 

@rexmarindo

 

www.creasionbrand.co.id

creasionbrand.blogspot.com

September 4, 2012 Posted by | About Sales | Leave a comment

Hikmah Akhir Tahun

Demi Masa
Sesungguhnya Manusia itu berada di dalam Kerugian
Kecuali orang-orang yang beriman,
dan beramal saleh
yang nasehat-menasehati tentang kebenaran
yang nasehat-menasehati tentang kebenaran

Saudaraku,
sesungguhnya waktu perlahan demi perlahan berlalu
dan meninggalkan kita
ia tak kan pernah bisa digantikan
ia tak kan pernah bisa kembali

Ketika di dalam perjalanan tahun ini,
kita masih melakukan kemaksiatan
maka bersyukurlah karena kita masih diberikan kesempatan
untuk bertaubat di detik ini

Saudaraku,
Ketika kita adalah makhluk yang merugi
Maka sudah seharusnya kita mengubahnya
Agar kita menjadi orang yang beruntung pada akhirnya

Dengan beriman kemudian beribadah kepadaNya
sebagai rasa cinta kita kepadaNya
Juga beramal saleh yang menunjukkan bahwa kita
memang makhluk yang peduli dengan sesama

Ketika kita hanya beribadah,
sungguh kita telah menjadi egois
Ketika kita hanya berbuat kebaikan,
bisa jadi itu mendekatkan diri kepada atheis
sehingga betapa beruntungnya diri kita sebagai seorang muslim
yang menjalankan ibadah dan juga berbuat kebaikan,
serta memberi peringatan sebagaimana kita seorang pemberi peringatan

Pemberi peringatan dengan cara menasehati tentang kebenaran, bahwa yang benar datangnya dari Allah semata
Pemberi peringatan dengan cara menasehati tentang kesabatan,
bahwasanya segala sesuatu datangnya dari Allah,dan Allah tidak menguji seseorang diluar batas hamba-hambaNya. Oleh karena itu, bersabar adalah sarana utama , agar manusia bisa melihat kemudahan yang Allah berikan bersama kesulitan.

bisa jadi sesuatu yang kita pandang buruk tetapi itu baik menurut Allah, dan bisa jadi sesuatu yang kita pandang baik tetapi itu buruk menurut Allah

Semoga kita tetap semangat menapak jalan kehidupan dengan Senyum Kemenangan

Salam berbagi senantiasa

Iwan Ketan

December 31, 2010 Posted by | About Sales | Leave a comment

Re: [marketing-club] Re: Bagaiamana Menjual Produk yang belum terlalu terkenal

Memang sejak tamat kuliah, saya sendiri sudah mulai tidak terpaku dengan 4P.  Kalau tidak salah ingat, awal-awal bekerja saya sudah keranjingan baca tulisan Pak Hermawan Kertajaya dengan pengembangan marketing mix diluar 4P yaitu dari 4A ke 4B ke 4P ke 4V, 4C, dan terakhir 5C!  Terus terang saya lupa persisnya apa (buku saya banyak masih ngendon di Sby, trus lagi ndak sempat lihat referensi, monggo dicari masing-masing, halah bilang aja femi malas hehehe…).  Tapi yang jelas saya ingat beliau menambahkan satu unsur untuk C terakhir pada 5C adalah Connector.  Mengapa?  Karena era internet sudah merebak sedemikian pesatnya, sehingga perlu framework tambahan bagi marketer untuk masuk kenew wave marketing era.

Ok, sekarang dari framework ala Hermawan Kertajaya dan sesepuh Marketing, Phillip Kotler saya memang coba sederhanakan di buku saya Raup Untung dengan Jual Diri itu jadi kata yang lebih mudah dipahami marketer maupun bukan, yaitu SMOOTH marketing.  Terus terang kalimat itu sendiri terangkai ketika lagi bete-betenya bisnis, dan evaluasi diri sendiri.  Jadi kira-kira bila dijabarkan dengan singkat yaitu :

S = Show your specific quality products or services

M = Make your own online or offline community

O = Organize your programme

O = Observe and maintain your community

T = Try to evaluate and be creative periodically

H = Have to be informative for continuity but not terrorize

Framework ini memang saya utarakan untuk memudahkan diri sendiri agar ingat bila sekarang ini bisnis identik dengan komunitas.  Komunitas adalah modal.  Orang dulu sering bilang create good product, tetapi sekarang apa kategori good?  New product, apa dasar produk baru?  Zaman sekarang rasanya produk pengembangan semua, tidak ada yang 100% baru.  Semua orang bisa mengatakan produknya bagus.  Semua orang bersaing harga mahal dan murah, akhirnya seragam.

Yang jelas, produk jualan memang seyogyanya harus bagus.  Tetapi saking konsentrasi ke good product, low cost product, kita jadi lupa kalau sekarang kita juga HARUS create market, BUKAN find the market.  Sebagus-bagusnya produk, tetapi tidak ada penciptaan pasar, maka produk sulit terserap.

Di sinilah perlunya Connector (istilah Pak Hermawan) atau kalau istilah saya Make your community. (M pada SMOOTH).  Kenapa?  Karena produk boleh sama fungsi dan harga, tapi komunitas bisa berbeda (tergantung cara kita membentuknya).   Sekarang adalah zaman yang sangat kompetitif, sehingga menurut hemat saya, sebelum terjun dalam suatu bidang usaha atau promosi produk, buatlah dulu komunitas.

Ini yang secara pribadi saya lihat dari Sour Sally dan J-CO yang sebelumnya sudah dibahas sebelumnya di thread ini.  Produk sebenarnya sih yoghurt doang, tetapi mereka mampu menciptakan komunitas atau pasar untuk berasumsi yoghurt itu barang gaul dengan daya tarik lokasi dan interior mereka.  Sama halnya dng J-CO, donat gaul, bedalah kalau beli donat di pasar.  J-CO menciptakan satu pasar di mana konsumen bisa sambil gaul dan meeting dengan sepotong donut saja di ruangan yang nyaman. So, produk sederhana, donut dan susu basi doang hehehe…  Tapi penciptaan pasar dan komunitaslah intinya.

Ok, kedua contoh tadi barang branded dengan modal besar yang mampu mengumpulkan massa menjadi pasar.  Sekarang apakah dapat diterapkan pada produk / bisnis skala medium (low cost)?  Justru 4P yang sudah transformasi ke 5C dan SMOOTH (maaf jadi narsis) ini memang terbentuk dari tuntutan sekarang untuk membuat hasil maksimum dari budget yang minimum (kalimat terakhir yang saya beri italic font saya kutip sedikit dari SINI).  Smooth marketing pun adalah framework untuk strategi (penciptaan) pasar yang efektif pada bisnis skala personal atau menengah.  5C atau SMOOTH memberi gambaran bila bisnis itu bukan sekadar jual, jual, dan jual produk.  Tapi harus diingat penjualan tidak bisa maksimal sebelum menciptakan komunitas yang akhirnya mempertemukan kita kepada niche needs dari komunitas yang kita bentuk.

Nah topik lebih lanjut tentu bagaimana akhirnya menciptakan pasar, karena ini sejatinya yang lebih penting bagi marketer.  Bahkan dalam beberapa kasus, produk varian baru bisa terbentuk akibat penciptaan komunitas.  Saya sebaiknya menghentikan sekarang, takut kebablasan nulis buku jadinya hehehe…

Maaf, bukan menggurui.  Sekadar berbagi pengalaman dari pengusaha kecil-kecilan, terima kasih 🙂

Salam Marketer

Femikhirana

yang nulis buku Raup Untung dengan Jual Diri

http://smoothmarketing.femikhirana.com

July 28, 2010 Posted by | About Sales | 2 Comments

BAGAIMANA MEMBUAT KOMUNIKASI ANDA BERPENGARUH?

Pernahkah anda berkomunikasi namun anda tidak puas karena tujuan anda tidak tercapai?

Tentu itu bukanlah pengalaman yang menyenangkan pastinya. Terlebih ketika apa yang kita sampaikan begitu mudah dipatahkan dan diabaikan seolah hal yang kita sampaikan tidak bermutu atau mereka tidak mempercayai perkataan kita.

Oleh karena itu izinkan saya dalam kesempatan kali ini untuk memberikan sebuah tips agar komunikasi anda begitu berpengaruh dan orang disekitar anda dengan cepat mempercayai apa yang anda katakan.

Dalam komunikasi persuasive modern ala hypnosis,dijelaskan bahwa seseorang akan dengan nyaman menerima informasi dari orang lain ketika

  1. Mereka merasa nyaman dengan orang yang berbicara dengannya
  2. Orang yang berbicara memiliki otoritas yang tinggi
  3. Orang tersebut mampu menyentuh emosi / terjadi keterhubungan emosi

Oleh karena itu agar komunikasi anda menjadi efektif maka buatlah kondisi diri anda seperti keadaan yang dimaksud dalam ketiga item di atas sebelum anda menyampaikan informasi atau menawarkan sesuatu (ide,barang, informasi ,dll) kepada lawan bicara anda.
Mungkin anda kebingungan “bagaimana yah caranya agar diri saya bisa mudah nyaman dengan orang lain, atau bagaimanakah saya bisa dipandang dalamberbicara?”
Nah disinilah saya ingin berbagi kepada anda bagaimana tips dan tricky nya membuat anda begitu hebat sehingga ketika anda berbicara orang akan terkesima dengan apa yang anda katakan

  • Cara Pertama yang anda perlu lakukan adalah mencari kesamaan antara diri anda dengan dirinya. Karena dengan membuat kesamaan-kesamaan antara anda dan lawan bicara anda maka  itu akan membuat “sambungan” komunikasi. Tentu kalau komunikasinya sudah nyambung maka anda akan nyaman berbicara dengan dirinya dan dirinya nyaman berdiskusi dengan anda.
  • Gunakan permainan emosi komunikasi, buatlah agar lawan bicara anda seolah-olah merasakan yang terjadi seperti yang anda informasikan. Sehingga ketika lawan bicara mampu ikut merasakan maka akan terjadi keterhubungan emosi antara apa diri anda dan dirinya. Contohnya buatlah lawan bicara anda tertawa dengan joke-joke ringan,sebelum anda melakukan transaksi bisnis. Karena dengan mereka mampu tertawa itu artinya mereka sudah nyaman berdiskusi dengan anda dan itu menandakan saat yang tepat untuk menyampaikan informasi kepada lawan bicara anda.
  • Kedua Cara diatas adalah metode untuk membuat orang menjadi nyaman kepada diri anda serta menaikan otoritas dimata lawan bicara anda. Tahapan ini disebut dengan Komunikasi Empati. Setelah anda mampu membuat seseorang nyaman dengan komunikasi empati barulah anda bisa memberikan informasi (Komunikasi Persuasive). Sebab anda tidak akan bisa menyampaikan informasi kepada seseorang jika belum ada “jembatan” antara diri anda dengan dirinya. Dan kenyamanan adalah salah satu jembatan antara diri anda dan lawan bicara anda.
  • Mungkin anda pernah mendengar teknik 3 V dimana Verbal kita ternyata hanya memiliki kekuatan pengaruh 7%, Vocal kita 38% dan Visual 55%. Oleh karena itu dalam menyampaikan informasi gunakanlah tangan anda untuk membantu visualisasi apa yang anda sampaikan. Gunakan bahasa tubuh anda untuk memperkuat informasi. Gunakan vocal agar komunikasi menjadi nyaman dan tidak monoton
  • Setelah anda mampu membuat lawan bicara anda nyaman maka lakukanlah kongruensi. Kongruensikan bahasa tubuh dan intonasi suara anda dengan informasi yang anda sampaikan. Karena orang tidak akan percaya anda sabat kalau anda mengatakan “Saya Sabar” dengan intonasi yang tinggi
  • Gunakan Pola Bahasa hypnosis

(untuk materi ini dapat anda simak di http://quantumpersuasion.co.cc)

Beberapa tips diatas adalah cara praktis agar komunikasi anda menjadi Berpengaruh dan Dipandang oleh orang lain. Tentunya anda masih penasaran dengan apa saja cara lainnya agar komunikasi menjadi jauh lebih berpengaruh dari Tips di atas, seperti PADUCI Technique, HLP dan metode Advance Persuasive Communication lainnya. Jika anda ingin mengetahui lebih lanjut , datang dan rasakan langsung Hebatnya diri Anda dalam berkomunikasi dalam One Day Training “Quantum Persuasion”di Hotel Sofyan Tebet Jakarta Selatan. Informasi dan pendaftaran bisa disimak di link berikut http://quantumpersuasion.co.cc atau http://smiletrainer.co.cc. Bahkan anda bisa menghubungi SmileTrainer langsung di 021 4029 4912

Semoga informasi sederhana inimemberikan banyak manfaat untuk sahabat semua

Salam berbagi senantiasa

Iwan Ketan

http://iwanketan.com
A.Setiawan
Life Learner,Trainer & Motivator
http://IwanKetan.com
021- 4029 4912 | 08888962555 | YM: listant2000 | FB: Iwan Ketan

May 20, 2010 Posted by | About Sales | Leave a comment

Pemberani itu bukanlah yang berani mati melainkan yang berani hidup dengan segala keterbatasan yang ia miliki

Hari ini saya miris mendengar berita seorang pelajar ditemukan meninggal mengakhiri hidupnya setelah gagal lulus UAN. Sungguh menyedihkan akhir hidup pemuda ini. Begitu rapuh motivasi hidupnya. Tampaknya tugas Para Motivator sekarang ini semakin menantang saja.

Di sisi lain ibukota, sekelompok supporter bola berkelahi lantaran tidak terima timnya dikatakan “cemen”. Dengan gagah berani,kelompok itu maju berkelahi tidak memperdulikan kematian sangat dekat diri mereka. Mereka menyatakan bahwa mereka adalah pemberani karena mereka tak takut mati.

Fenomena Berani Mati saat ini disalahkaprahkan sebagai sensasi seorang Pemberani. Namun apakah benar Pemberani itu adalah yang berani mati?

Justru bukan.
Bahkan seorang Pahlawan sekalipun mereka berperang bukan sekedar mencari kematian semata. Melainkan Kesyahidan dimana dalam kesyahidan merekapun mencari kehidupan. Bahkan kehidupan setelah kematian yang mereka percayai. bahwa mati di medan perang mendapatkan ganjaran sebuah kehidupan abadi nantinya di surga

“Bukanlah Sang Pemberani yang berani MATI, justru Pemberani adalah mereka Yang Berani HIDUP dengan segala keterbatasan yang mereka miliki.” Demikian guru saya pernah memberi nasehat sederhana.

Banyak orang yang gagal kemudian dengan cepat memutuskan bunuh diri. Karena mereka merasa bahwa hidup mereka telah terbatas, Mereka seolah tak memiliki harapan kehidupan. Padahal seandainya mereka mengetahui Harapan itu masih ada.Dan selalu ada

Saya teringat dengan sebuah kisah di buku “How to stop worrying and start Living” karya Dale Carnegie. Di buku itu dikisahkan tentang Earl P Haney yang memilih untuk tetap hidup walaupun dokter telah mencap hidupnya takkan lama lagi.

“Di tahun 1920-an, saya sedih ketika usus saya dimakan borok. Pada suatu malam saya mengalami pendarahan hebat. Saya segera diangkut ke rumah sakit yang bekerjasama dengan Sekolah kedokteran Northwestern University di Chicago, Berat badan saya turun dari 175 pon menjadi 90pon saja. Sakit saya parah sekali sampai mengangkat tangan pun tidak diperkenankan. Saya dirawat oleh ketiga dokter kenamaan dan ketiganya mengatakan bahwa saya
sudah tidak punya harapan. Hidup saya hanya dari tepung alkalin dan satu sendok makan susu dicampur krim yang saya minum tiap satu jam. Dan tiap pagi dan malam ada perawat yang memasukkan selang ke perut saya untuk memompa isinya keluar.

“Hal itu berlangsung lama hingga berbulan-bulan sampai saya memutuskan bahwa saya menerima keadaan ini. Dan saya berkata kepada diri saya sendiri,”Ketika maut sudah tidak dapat dielakkan maka lebih baik saya manfaatkan waktu yang sisa sedikit. Sewaktu muda saya pernah
bermimpi untuk mengarungisamudra dan keliling dunia”

“Ketika saya menyampaikan maksud saya keliling dunia dan memompakan sendiri isi perut dua kali sehari,para dokter terkejut bukan main. Mereka mengatakan hal itu tidak mungkin dilakukan. Karena saya pasti akan mati di tengah lautan. Saya mengatakan kepada para dokter bahwa jika saya mati saya mau dikubur di makam keluarga Nebraska”

“Akhirnya saya menyiapkan peti mayat dan membawanya ke kapal. Saya menceritakan kepada kapten kapal,kalaupun saya meninggal tolong masukkan saya ke dalam peti dan masukkan ke lemari pendingindan disimpan sampai kapal pulang kembali.”

“Pada saat saya naik kapal api dari President Adams di Los Angeles dan menuju ke Timur saya merasa lebih sehat. Perlahan saya meninggalkan makan tepung alkalin dan tidak lagi memompa makanan saya. Saya bahkan sudah mulai makan adonan,dan beberapa minggu kemudian malahan saya sudah bisa menggunakan cerutu yang saya tahu itu bisa membunuh diri saya. Saya menikmati kebahagiaan melebihi tahun-tahun sebelumnya”

“Saya bermain di atas geladak bernyanyi. Mengarungi cina dan india , saya jadi memahami kesejahteraan di negara saya bagaikan firdaus. kemudian saya buang rasa sedih dan akhirnya saya merasa lebih enak. Kembali ke Amerika berat badan saya bertambah sembilan puluh pon dan saya hampir lupa bahwa saya pernah memiliki borok usus yang merenggut nyawa saya.Hidup saya
lebih berharga.”

Earl P Haney telah membuktikan kepada kita semua bahwa ketika dia berani untuk hidup dan tidak berpasrah kepada kematian maka dia bisa menikmati hidup yang ia miliki. Dia patut dianggap Pemberani karena dia berani hidup dalam kehidupannya dengan segala keterbatasan yang ia miliki.

Begitu pula dengan kita, sahabat mulia. Kita akan dikatakan pemberani ketika kita tetap tegar menikmati hidup ini. Mungkin hidup tak selamanya indah, namun dengan keberanian kita bisa merasakan indahnya hidup walau ditengah ujian yang melanda. Jadi sesulit apapun ujian kehidupn maka bertahanlah dan hadapilah dengan keberanian, karena memang Hidup itu butuh keberanian …

Mari kita Tetap Semangat dan Tersenyum menatap hari demi hari dalam kehidupan kita
Salam berbagi senantiasa

Iwan Ketan

Berbagilah ilmu Anda dan berilah Tips menghadapi Stress (April – Juni2010)
melalui
http://myquran. com/forum/showthread. php/9003- Sayembara- Berbagi-Tips- Mengatasi- Stress

A.Setiawan
Life Learner,Trainer & Motivator
SMILETRAINER :: We Make You Smile for Life Better
http://smileTrainer.co.cc :

021- 4029 4912 | 08888962555 | YM: listant2000 | FB: Iwan Ketan

April 29, 2010 Posted by | About Sales | 1 Comment

Segitiga Kesuksesan

M
/  \
/  S  \
/_____\
K            L


Segitiga Kesuksesan S(Success Triangle) adalah sebuah metafora bahwa kesuksesan sejatinya akan dapat kita nikmati ketika kita telah memiliki M(momentum/Waktu), K (kemampuan/Skill) dan L (lingkungan/Ecology).

1. Banyak orang yang telah memiliki momentum kesuksesan dengan pemberian peluang kesuksesan di depan mata, namun ketika kemampuan untuk tidak mendukung maka semua sirna. Kasus ini dapat diibaratkan ketika kita mendapat penawaran proyek pembangunan hotel yang nilainya milyaran demikian pula keuntungannya. Namun ketika kita tidak memiliki kemampuan tentang proyek tersebut,maka kita tidak akan bisa sukses melalui proyek tersebut.

2. Begitu pula ketika seseorang yang telah memiliki Momentum dan kemampuan namun ketika lingkungan tidak mendukung, maka orang tersebut tidak bisa apa-apa. Bukankah kesuksesan membutuhkan orang lain dibelakang kita? Bagaimana bisa kesuksesan diraih ketika lingkungan tidak kondusif mendukung kesuksesan kita

3. Begitu pula Lingkungan yang sudah tertata dan mendukung kita untuk sukses, dan kemampuan telah kita miliki. Sedangkan Momentum belum ada, Maka kesuksesan pun juga belum bisa kita rasakan.

Nah dari ketiga elemen kesuksesan tersebut, elemen Lingkungan dan elemen Kemampuan adalah elemen yang berada dalam lingkaran pengaruh manusia. Elemen K dan elemen L adalah IKHTIAR manusia menuju kesuksesan. Artinya seseorang bisa mengubah sisi  elemen tersebut. Maksudnya dalam elemen K, ketika seseorang belum memiliki kemampuan,maka tugas dia adalah mencari kemampuan yang sesuai dengan passion-nya.
Demikian pula dalam elemen L, maka carilah lingkungan yang kondusif agar kita dapat tumbuh dan berkembang mengasah Kemampuan yang telah kita miliki.

Jika elemen K dan elemen L telah kita miliki, maka yang harus kita lakukan adalah berusaha dan perbanyak doa kepada Tuhan, dengan berTAWAQAL kepadaNya. Karena unsur M adalah Takdirnya. Ketika dia telah menentukan saatnya Momentum tiba  sedangkan Kemampuan dan Lingkungan telah siap,maka kesuksesan ada di depan mata. Dan anda dapat meraihnya segera dengan Kemampuan dan lingkungan yang anda punya.

Bagaimana dengan anda, sudahkah Kemampuan dan Lingkungan anda telah mendukung jika ternyata Momentum Kesuksesan itu tiba di hari ini juga???

Salam Berbagi Senantiasa

A.Setiawan
Keep on Smile to Face the World
Life Learner,Trainer & Motivator
021- 4029 4912
| 08888962555 | YM: listant2000 | FB: Iwan Ketan

January 24, 2010 Posted by | About Sales | Leave a comment