DUNIA SALES

Tiada Hari Tanpa Sales

Ketika stress memuncak mungkin ini bisa menjadi solusi

“Seorang lelaki bangun kesiangan di suatu hari, sehingga dia dilumuri perasaan ketakutan terlambat sampai pekerjaannya. Dia bergesa-gesa,sampai lupa memakan yang telah disediakan sang istri. Karena lupa sarapan tentu saja dia kurang bertenaga dan membuat fikirannya tidak karuan. Di kantor beruntung dia tidak terlambat, namun karena ketergesa-gesaannya dia baru ingat kalau dia lupa membawa arsip penting. Hal ini membuat rapat di siang hari berantakan. Sore harinya dia harus berjibaku dengan macet. KEtika sampai di rumah , sang anak yang sudah biasa menyambutnya dengan pelukan. Sudah biasa bagi sang anak yang memeluk pria tersebut sambil memukul mukul sang ayah sebagai tanda bahagia dan minta perhatian. Namun  kali ini tiba-tiba sang anak malah dibentak habis-habisan oleh sang ayah hanya karena perbuatan yang biasa dia lakukan tersebut.”

Sahabat , Pernahkah anda mengalami marah meledak Karena hal yang sepele? Kalau itu terjadi pada diri anda, bisa jadi anda sedang stress pada saat itu. Setelah belajar NLP serta membaca tulisan beberapa guru besar NLP mulai dari Mr. Bandler, mas Ronny,pak Hing,akhirnya  saya mengetahui bahwa kondisi memuncak seperti ini dinamakan Threshold.

Threshold adalah kondisi dimana seseorang marah besar,menuncak karena akumulasi emosi yang dikumpulkan sebelumnya. Sebagai ilustrasinya begini, di pagi hari Sahabat mulia, mempelajari tentang threshold ternyata sangat unik pola kemarahan/stress kita karena threshold ini. Threshold dalam arti biasanya adalah ambang batas maksimal. Maksudnya, kita memiliki ambang batas maksimal dari emosi kita.Kalau kita amati dari kasus diatas, kemarahan yang dialami oleh sang pria bukanlah karena sang anak yang memukul sang ayah, karena secara sadar kita memahami hal tersebut sebagai kebiasaan yang sering dilakukan. Namun kenapa sang pria yang menjadi ayah dari anak tersebut bisa marah meledak tak karuan? Hal ini disebabkan adanya kumpulan emosi negative yang disimpan oleh sang pria dari pagi hari hingga malam hari. Ketika emosi yang terkumpul ini telah mencapai ambang batas tertentu, maka gangguan sedikit, kasus kecil bisa menjadi besar karenanya.

Baru-baru ini, kita mendengar salah seorang Anggota Dewan mengucapkan kata-kata yang tidak pantas dalam forum terbuka. Secara sadar beliau tahu kata tersebut bukanlah kata yang pantas untuk diucapkan,namun itu terlontarkan begitu saja karena dia mengalami emosi yang berlebihan sehingga mencapai titik threshold nya. Bisa jadi dari rumah beliau sudah punya banyak masalah, belum lagi masalah internal dirinya dengan partainya, atau dengan kasus dia dengan yang lainnya, Sehingga kasus sederhana seperti pimpinan sidang memimpin sidang lambat saja menjadi masalah besar bagi dirinya.

Kita pun tanda sadar mungkin sering pula terkena gejala bahkan mengalami threshold. Tidak jarang bagi kita yang membawa kendaraan, sering emosi ketika kendaraan disalip di sore hari. Kalau kita renungkan, yang membuat kita emosi sebenarnya bukanlah karena disalipnya. Karena kalau kita berfikir jernih bisa jadi dia yang menyalip kita lantara dia sedang butuh cepat,ataupun karena yang lainnya. Namun karena kepenatan emosi dan lelah setelah kerja kita yang terkumpul dari pagi hari, membuat emosi tersebut terkumpul. Tak jarang ketika mobil kesenggol sama motor sedikit saja, walaupun tidak lecet marah  yang terucap dari diri kita menjadi luar biasa besarnya.

Para sahabat pembaca tulisan sederhana saya, dari beberapa client yang saya terapi karena stress selama ini. Sering kali penyebab utamanya adalah emosi yang mereka pendam dalam hati. Tak jaarang karena emosi yang dipendamnya membuat mereka gampang stress dan marah.

Karena ketika kita mengetahui dalam kasus threshold diatas bahwa emosi kita ada batasnya, maka saya ingin mengumpamakan kadar maksimal emosi kita seperti gelas. Client saya yang stress diibaratkan telah mengisi gelas emosinya dengan kestressan yang mereka miliki.Tak jarang stress itu nyaris menyentuh bagian atas gelas. Sehingga sedikit tekanan yang mereka alami membuat mereka tegang luar biasa dan mengalami threshold. Tak jarang pula yang suka teriak-teriak sendiri dan nyaris gila.

Lalu apa yang harus kita lakukan setelah mengetahui threshold ini?

Setiap masalah ada solusinya, setiap kasus ada jalan keluarnya, setiap badai pasti berlalu.

Sebagai seorang hypnotherapist, saya tidak bisa memberikan jalan keluar /solusi dari setiap masalah client saya. Karena merekalah yang lebih tahu kasus mereka serta solusinya. Namun sebagai hipnoterapist adalah menjaga agar gelas emosi mereka tidak sampai luber keluar menjadi threshold yang kebablasan. Masalah tetap ada, kasus belumlah selesai. Namun emosi tersebut yang mengancam melubernya gelas threshold sehingga tumpah bisa diminimalisir supaya tidak terjadi ledakan amarah yang memuncak dan tak terkendali.

Ketika kita telah mulai pening dengan masalah yang membelenggu diri maka seperti perumpamaan diatas, itu tandanya gelas threshold emosi kita sudah mulai terisi. Jangan pernah biarkan gelas itu penuh dan meledak,karena kita punya solusinya di dalam diri kita. Salah satu solusi ini bernama relaksasi. Dan hypnotherapy adalah salah satu ilmu yang membahas bagaimana bisa efektif dalam relaksasi. Jika anda masih takut dengan kata hypnotherapy yang sering dihubungkan dengan mistiknya kata hipnotis, maka hypnotherapy sangat berbeda dengan hipnotis panggung yang memaksa seseorang untuk tidur, karena didalam hypnotherapy seseorang tidur dan rileks atas keinginan orang tersebut dan bukan karena dipaksa.

Cara mudah untuk melakukan rileksasi sendiri dengan teknik hypnotherapy adalah dengan cara menutup mata dan menghitung mundur dari 30 sampai 1. Dan katakan kepada diri kita setiap hitungan mundur membuat diri kita semakin santai dan rileks.Betapa mudahnya relaksasi ini terutama bagi anda yang pernah mengikuti training hypnotist maupun yoga ataupun yang sejenisnya. Pembahasan tentang relaksasi hipnoterapi ini pernah saya tuliskan dalam artikel self hypnotis di halaman berikut :

http://itan.blogspot.com/2009/10/self-hypnosis-terapi-hypnosis-untuk.html .

Mungkin anda bertanya-tanya, bagaimana mungkin relaksasi bisa menghilangkan stress dengan mudahnya…>

Seperti yang sudah jelaskan diatas bahwa sanya hypnotherapy bukanlah solusi yang menyelesaikan masalah seseorang. Namun hypnotherapy bertujuan agar seseorang yang sedang stress dan memiliki banyak masalah mau mengeluarkan “emosi” dari gelas threshold mereka. Sehingga dengan relaksasi hypnotherapy ini, seseorang ketika dia terbangun dia menjadi lebih segar dalam memandang masalah. Sehingga emosi dari ke-stress-an yang mereka derita perlahan demi perlahan mulai lega. Emosinya berkurang dan mereda. Inilah tugas dari relaksasi, meminimalisir dan mengurangi emosi yang terakumulasi supaya tidak menjadi threshold dan meledak luar biasa.

Oleh karena itu saya selalu menganjurkan client saya yang mudah stress untuk melakukan relaksasi ketika mereka istirahat siang. Tidak perlu lama, cukup 5 – 10 menit saja tternyata sangat membantu mereka meredakan emosi yang terkumpul sejak pagi hari. Beberapa ahli hypnotherapist ada yang menyatakan tentang kedahsyatan relaksasi hypnosis/hypnotherapy , bahwa tidur dalam keadaan hypnosis selama 10 menit sama efektifnya dengan tidur selama dua jam.

Selain hypnotherapy bagi para muslim, sebenarnya telah memiliki cara untuk meredakan emosi. Begitu hebatnya Allah, sang pencipta alam raya ini memerintahkan setiap muslim untuk beribadah pada pagi hari, siang hari, petang, setelah matahari tenggelam dan ketika malam telah datang. Semua rangkaian ibadah yang telah diatur-Nya sebenarnya solusi juga untuk meredakan emosi agar tidak terjadi threshold. Ketika ibadah dilakukan dengan benar, maka kondisi kepala kita yang mulai panas di siang hari mulai tersejukkan dengan ibadah. Dan itu adalah salah satu cara yang sangat efektif untuk meredakan emosi sehingga seharusnya bagi seorang muslim threshold itu jarang sekali terjadi karena mereka telah memiliki obat untuk meredakan emosi mereka sendiri.

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat untuk kita semua

Salam berbagi senantiasa

ASetiawan, C.Ht

Trainer, Motivator & Hypnotherapist Instructor

Advertisements

January 24, 2010 Posted by | About Sales | Leave a comment

Perbedaan Pendapat karena Perbedaan pengalaman

Apa kabar sahabat hari ini?
semoga senantiasa bersemangat menatab hari yang begitu indah.

Jika anda masih belum merasakan indahnya hidup, semoga metafor gelas berisi setengah dapat mencerahkan hidup anda.

Sebuah gelas yang berisi setengah, memiliki makna banyak didalamnya. Ketika saya bertanya kepada peserta training saya, Seseorang diantara mereka mengatakan bahwa gelas itu berisi setengah kosong. Seseorang yang lain diantara mereka mengatakan gelasnya berisi setengah penuh. Bahkan ada seseorang diantara mereka memetaforkan air dalam gelas tersebut adalah ilmu yang telah kita peroleh sedangkan gelas adalah batas fikiran kita yang masih setengah kosong. Sehingga sebuah kewajiban dari kita untuk mengisi gelas tersebut dengan ilmu yang berguna sehingga suatu saat gelas itu akan menjadi penuh pada masanya.

Ini bukan perkara gelas yang kosong, air ataupun ilmu yang dimetaforkan oleh peserta training saya. Akan tetapi dalam hal ini, setiap manusia memiliki banyak pilihan dalam memandang gelas tersebut. Seseorang boleh memilih bahwa gelas itu setengah isi, seseorang boleh memandang bahwa gelas itu setengah kosong. Semuanya benar. Tidak salah. Karena persepsi adalah pilihan kita sebagai manusia.

Demikian pula dengan hakikat kehidupan kita di dunia. Tak jarang banyak kejadian yang menganggap kita duka, malahan bagi seseorang itu adalah suka. Tak sedikit perkara yang menurut kita adalah hadiah justru dalam pandangan yang berbeda itu adalah musibah. Saya jadi teringat dengan Azzam yang diberi hadiah french kiss oleh Aliana dalam film KCB 1, dimana pada saat itu eliana yang hedonis mengaggap bahwa french kiss adalah hadiah luar biasa bagi seseorang yang spesial baginya, namun hal itu dianggap berbeda bagi seorang Azzam yang agamais. jangankan french kiss, bagi seorang Azzam mencium seseorang yang belum menjadi haknya ibarat melecehkan kesucian wanita.

Perbedaan pandangan, itulah yang sering terjadi dalam hidup kita. perpedaan pandangan yang tak jarang berujung pada pertikaian. padahal perbedaan pandangan adalah hal yang alamiah dan anugrah. Bukankah setiap orang memandang setiap peristiwa sesuai dengan pilihan hati mereka. Bukankah kita memilih pandangan dalam peristiwa berdasarkan pengalaman keilmuan dan kehidupan yang diterima oleh masing-masing dari diri kita. Jadi suatu hal yang wajar ketika perbedaan pandangan terjadi ketika menghadapi suatu peristiwa. Sehingga seharusnya perbedaan pandangan justru memperkaya kita dalam memberikan makna dari sebuah peristiwa.Karena kita bisa mengetahui pandangan orang lain dari sudut pengalaman mereka.

Jika kita merasa hidup kita kurang begitu indah karena banyaknya masalah perbedaan pandangan. Marilah kita mulai sekarang tidak lagi untuk menyalahkan pandangan orang lain. Biarlah seseorang memberikan pandangan sebuah peristiwa berdasarkan pengalaman yang pernah dialaminya sehingga kita bisa memperkaya ilmu kita. Setelah itu barulah hak kita apakah kita mau menerima atau membuangnya atau bahkan meluruskan pandangan yang berbeda jika memang dipandang salah oleh Hukum Negara maupun Agama yang sudah menjadi Universal View atau pedoman.Namun selama tidak bertentangan bukan hal yang tabu untuk menerima pendapat orang lain terlebih dahulu walau kemudian kita tidak menggunakan nantinya. Bukankah dengan menghargai pendapat orang lain hidup akan semakin indah? karena kita pun ingin dihargai pula , bukan?

semoga tulisan sederhana ini memberikan banyak manfaat untuk kita semua

salam berbagi senantiasa,

Iwan Ketan

Promo Gratis Traininig untuk Negeri informasi
http://traininguntuknegeri.blogspot.com

December 25, 2009 Posted by | About Sales | Leave a comment

Fokuslah maka impian kesuksesan sangat dekat dan semakin nyata By Iwan Ketan


Setiap manusia bisa menjadi sukses karena sukses itu adalah pilihan untuk kita. Banyak orang yang menginginkan sukses namun tidak banyak orang yang benar-benar bertindak untuk sukses. Diantara mereka yang belum berani bertindak ternyata mereka memiliki kesulitan untuk focus dalam bertindak.

Oleh karena itu mari kita renungkan sejenak, bagaimana kita mengarahkan focus sehingga itu sangat berguna untuk mencapai kesuksesan yang kita impikan.

Fokus membutuhkan tujuan

Bukan focus jika tidak ada tujuan. Oleh karenanya mulai hari ini, tentukan tujuan kesuksesan yang anda tujuan dengan lebih spesifik. Apakah anda ingin sukses dalambentuk mobil pribadi yang baru apakah anda menginginkan sukses itu dalam bentuk Rumah atau jabatan atau apapun yang dapat anda impikan secara jelas dan nyata. Jika tujuan anda belum jelas maka perjelaslah. Karena bola hanya dapat disarangkan menuju gawang menuju GOL jika gawangnya sudah ada.

Fokus membutuhkan keberanian

Untuk mencapai focus membutuhkan keberanian. Karena keberanian ini yang menghasilkan tindakan. Lantas bagaimana keberanian ini dapat dihasilkan?

Diantara cara untuk mencapai keberanian adalah setelah anda mengetahui tujuan. Dengan mengetahui tujuan maka dengan sendirinya keberanian itu akan datang. Karena tujuan menghasilkan motivasi anda untuk mencapainya dan motivasi akan menghasilkan keberanian anda untuk bekerja dan bertindak segera.

Fokus membutuhkan Waktu

Fokus membutuhkan waktu. Tidak ada yang instant dalam kesuksesan begitu pula kefokusan. Anda mungkin akan kehilangan waktu keluarga anda untuk sementara.Anda mungkin akan kehilangan waktu anda untuk bercanda. Namun ketika anda tidak menyisihkan waktu untuk focus dalam kesuksesan anda maka kesuksesan itu tidak pernah ada.

Fokus memiliki Godaan

Ketika anda focus pastinya godaan itu pasti ada. Godaan yang ada disamping anda. Godaan untuk sukses yang lebih dari anda rencanakan. Berhati-hatilah banyak orang yang kehilangan kefokusan karena godaan. Tak jarang dari para pekerja yang kehilangan focus nya untuk mencapai level manajer karena gaji yang tak seberapa di perusahaan yang lainnya, padahal di perusahaan tersebut dia pun harus merintis ulang fokusnya dari bawah. Tak sedikit pula para pebisnis yang belum mencapai kesuksesannya kemudian beralih ke bisnis lainnya karena tergiur dengan euphoria kesuksesan bisnis yang belum dia ketahuinya. Mereka menjual  impian dan kefokusan yang telah dibangun untuk euphoria bisnis sesaat. Berhati-hatilah karena kebanyakan godaan ini yang menghancurkan focus kesuksesan anda. Jika ketika anda sudah focus dalamtujuan anda sekarang kemudian anda mendapatkan godaan dari sang Penggoda ,maka renungkan sejenak apakah kita sudah siap untuk menghancurkan semua focus dan rencana yang telah kita curahkan hanya untuk mendapatkan impian dan kesuksesan baru yang ditawarkan sang Penggoda tersebut.

Fokus memiliki Pengorbanan

Kesuksesan membutuhkan pengorbanan. Dan focus sebagai tool awal untuk sukses pun juga memiliki pengorbanan. Tidak sekedar waktu, dan konsentrasi fikiran semata yang kita korbankan. Namun juga keikhlasan untuk kehilangan sejenak impian-impian lainnya dari fikiran kita dari impian  yang sudah kita rencanakan. Jangan sampai impian lain di dalam fikiran membuyarkan kefokusan yang sudah kita rencanakan. Ikhlaskan semua. Sehingga kita semakin focus kepada impian yang telah kita rencanakan.

Sahabat semua,

Kefokusan begitu sederhana. Yang kita butuhkan hanyalah konsentrasi penuh kepada tujuan kita. Sehingga kita berdoa ,bekerja dan kemudian berdoa kembali agar tujuan tersebut dapat kita raih. Sesederhana itu kefokusan. Sedangkan hal yang tadi dipaparkan adalah cara untuk membangkitkan kefokusan dari dalamdiri kita sendiri. Karena kefokusan berasal dari dalam diri maka semua kendali ada di hati dan fikiran kita masing-masing. Ketika focus kita hancur dan impian kita tidak berhasil didapatkan maka sadarilah bukan orang lain yang menghancurkan focus kita,namun kitalah yang tergoda untuk menghancurkan focus kita sendiri, karena focus itu berasal dari diri kita dan bukan dari orang lain.

Semoga tulisan sederhana ini memberikan banyak manfaat untuk kita semua.

Selamat berakhir pekan dan Salam berbagi senantiasa dari saya, Iwan Ketan.

A.Setiawan
Keep on Smile to Face the World
Life Learner,Trainer & Motivator
021- 4029 4912
| 08888962555
YM: listant2000 || FB: Iwan Ketan

December 18, 2009 Posted by | About Sales | Leave a comment

Renungan; Kisah Pemimpin Redaksi ELLE

Rasanya kita semua tidak kenal dengan orang yang bernama Jean-Dominique Bauby, kecuali Anda perempuan dan berbahasa Perancis atau suka membaca majalah bernama Elle. Ia pemimpin redaksi Elle. Tahun 1996 ia meninggal dalam usia 45 tahun setelah menyelesaikan memoarnya yang “ditulisnya” secara sangat istimewa dan diberinya judul Le Scaphandre et le Papillon (The Bubble and the Butterfly).

Tahun 1995 ia terkena stroke yang menyebabkan seluruh tubuhnya lumpuh. Ia mengalami apa yang disebut ‘locked-in syndrome’, kelumpuhan total yang disebutnya ‘seperti pikiran di dalam botol’.
Memang ia masih dapat berpikir jernih tetapi sama sekali tidak bisa
berbicara maupun bergerak. Satu-satunya otot yang masih dapat diperintahnya adalah kelopak mata kirinya. Jadi itulah caranya berkomunikasi dengan para perawatnya, dokter rumah sakit, keluarga
dan temannya.

Mereka menunjukkan huruf demi huruf dan si Jean akan berkedip bila
huruf yang ditunjukkan adalah yang dipilihnya. “Bukan main”, kata Anda. Ya,itu juga reaksi semua yang membaca kisahnya.

Buat kita, kegiatan menulis mungkin sepele dan menjadi hal yang biasa. Namun, kalau kita disuruh “menulis” dengan cara si Jean, barangkali kita harus menangis dulu berhari-hari.

Betapa mengagumkan tekad dan semangat hidup maupun kemauannya untuk tetap menulis dan membagikan kisah hidupnya yang begitu luar biasa. Ia meninggal 3 hari setelah bukunya diterbitkan. Jadi, “Berapapun problem dan stress dan beban hidup kita semua, hampir tidak ada artinya dibandingkan dengan si Jean!”

Apa yang a.l. ditulisnya di memoarnya itu?
“I would be the happiest man in the world if I could just properly swallow the saliva that permanently invades my mouth”.

Bayangkan, menelan ludah pun ia tak mampu :-(. Jadi kita yang masih bisa makan bakmi, ngga usahlah Bakmi Gajah Mada, indomie yang Rp3.500 saja, seharusnya sudah berbahagia 100 kali lipat dibanding si Jean. Kita bahkan senantiasa mengeluh, setiap hari, sepanjang tahun. We are the constant whiners.

Apa lagi yang dikerjakan Jean di dalam kelumpuhan totalnya selain menulis buku? Ia mendirikan suatu asosiasi penderita ‘locked-in syndrome’ untuk membantu keluarga penderita. Ia juga menjadi “bintang film” alias memegang peran di dalam suatu film yang dibuat TV Perancis yang menceritakan kisahnya. Ia merencanakan buku lainnya setelah ia selesai menulis yang pertama. Pokoknya ia hidup seperti yang dikehendaki to celebrate life’, to do something good for others. (Untuk ‘merayakan’ kehidupan, untuk melakukan kebaikan bagi orang
lain)

Jadi, betapapun kemelutnya keadaan kita saat ini, mereka yang sedang stress berat, mereka yang sedang berkelahi baik dengan diri sendiri maupun melawan orang lain atau anggota keluarga, mereka yang sedang tidak bahagia karena kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi, mereka yang jalannya masih terpincang-pincang karena baru saja terinjak paku, mereka yang sedang di-PHK, Saya yakin kita masih bisa menelan ludah.

Semoga kita semua tidak terus menjadi whiner, pengeluh abadi, manusia yang sukar puas.

Kata orang bijak, “Think and Thank”, berfikirlah dan kemudian bersyukurlah.

Salam,
“Susilo T” <s.teguh@surefilter.com.sg>

December 15, 2009 Posted by | About Sales | Leave a comment

HYPNOSELLING : Mengenal Motivasi Calon Pembeli

Pada suatu hari ada seorang sales yang mengajukan pertanya kepada saya. Dia menanyakan tentang Hypnoselling.
Kurang lebih begini ceritanya …

Pak Iwan, Saya adalah seorang sales yang menjual Mesin Absensi Tangan
Bagaimana yah cara saya yang efektif untuk bisa closing dalam menjual di Perusahaan Z?

Mendengar pertanyaan tersebut, lantas sayapun bertanya kembali,”Boleh saya tahu, apa sih alasan pimpinan Perusahaan Z tersebut tertarik dengan product absen tangan?”
Alasan utama mereka sih supaya absensi tertib dan karyawan tidak suka bolos atau datang terlambat

Oh gitu yah. Berarti pimpinan perusahaan tersebut memiliki motivasi menjauh, bagusnya mereka yang tipikal menjauh seperti ini, sangat efektif kalau dilobi dengan cara “menakuti” atau menyampaikan kerugian apa saja yang akan diderita perusahaan jikalau perusahaan ini tidak menggunakan produk finger print

Menerima jawaban saya alhamdulillah dia sangat puas sekali, terlebih ketika beberapa hari kemudiann saya mendapat kabar bahwa akhirnya beliau bisa closing dan barang dagangannya laku terjual

Sahabat semua,
dalam dunia Bisnis, memang sudah menjadi tuntutan bagi para sales masa kini untuk dapat mengenal Calon Pembelinya dengan baik. Diantara yang harus dikenal dari para calon pembeli diantaranya adalah Motivasi mereka Membeli

Motivasi Membeli dalam dunia selling sebenarnya cukup banyak namun dalam kesempatan kali ini saya hanya akan menyampaikan 2 tipe motivasi yang sering dikenal yaitu :

1. Motivasi Menjauh – Mendekat
Menjauh artinya motivasi yang terjadi karena kekhawatiran sang pembeli ketika tidak mendapatkan barang tersebut

Mendekat artinya motivasi membeli yang terjadi dimana sang pembeli berharap dengan membeli barang tersebut akan memberikan banyak manfaat

2. Motivasi Internal – Eksternal
Internal : artinya motivasi yang berasal dari diri sendiri
Eksternal : artinya motivasi yang berasal dari orang lain

Setelah kita mengenal motivasi membeli dari sang calon membeli, tentunya akan mudah bagi kita mengarahkan dan menonton calon pembeli ini menuju closing, kan?

semoga sedikit sharing kali ini memberikan banyak manfaat untuk kita semua

Salam Berbagi Selalu

A.Setiawan
Mindset Programmer
021- 91766445 | 085710446592
iwan@mdquantum. com

Smile Trainer memberikan TRAINING HYPNO-SELLING GRATIS
Untuk informasi lebih lanjut silakan klik
http://smiletrainer .blogspot. com/2009/ 05/hypno- selling-gratis. html

May 21, 2009 Posted by | About Sales | 1 Comment

Menemukan marketing G-Spot (from milis marketing)

Pada dasarnya setiap produk sukses selalu punya histori yang menjadi
critical point yang mengantarkan produk itu ke serangkaian catatan
sukses. Biasanya critical point ini punya keterkaitan dengan situasi
pada saat itu. Orang sering mengatakan, “setelah kejadian itu,
produknya langsung melesat”. Dll. Saya percaya setiap produk sukses
pasti punya titik-titik krusial seperti itu. Pocari Sweat contohnya,
ia menemukan boom saat banyak penyakit demam berdarah di tanah air,
sekitar tiga tahun lalu. Class Mild menanjak saat incumbent mulai
menaikkan harga sehingga perbedaan harga menjadi signifikan. Saat ada
larangan promosi obat pencahar, Diapet yang boleh beriklan karena
bahannya dari herbal, langsung tancap gas. Saya kira ini bicara
momentum. Dan semua pebisnis sukses pun pasti punya momentum sukses
masing-masing. Para marketer seperti kita juga sedang mencari momentum
itu.

Saya sempat baca di buku “10 Pengusaha Yg Sukses Membangun Bisnis Dari
0” terbitan Gramedia (ditulis Sudarmadi), disitu ada contoh menarik
salah satu pengusaha tas yang produknya sudah sangat populer di
Indonesia. Pengusaha itu, Ronny Lukito, merupakan pengusaha tas dengan
merek antara lain Exsport, Eiger, Bodypack, Neosack, dll. Ia memang
pengusaha tas terbesar di Indonesia saat ini, dan kini sudah masuk ke
bermacam-macam bisnis. Antara lain membangun komplek-komplek perumahan
mewah di Bandung dan juga pemilik Kampung Daun.

Kembali ke critical point, dari yang saya analisa di buku itu, yang
membuat pengusaha ini sukses secara marketing, ketika ia mulai
diterima sebagai pemasok Matahari. Sebelumnya ia sempat ditolak 13
kali, tapi terus mencoba dan kemudian setelah 13 kali baru berhasil
diterima. Dari sinilah ia mulai mendapatkan ‘ruang’ untuk membuktikan
bahwa produknya memang baik dan digemari konsumen. Inilah yang menjadi
momentum penting dan kemudian bisnis tasnya berkembang pesat hingga
memperkerjakan ribuan orang dan akhirnya punya banyak bidang bisnis.
Jadi, momentum yang membuat dia sukses ialah ketika ia diterima
sebagai pemasok di Matahari saat merintis bisnis tas itu. Karena dari
situlah jalannya menjadi lebih lempang dan cepat. Setahu saya,
beberapa ahli pemasaran menyebut ‘titik kritis yang merubah nasib’ itu
sebagai Marketing G-Spot. Mungkin anda-anda punya istilah lain.

Saya kira, kita capek2 melakukan banyak aktifitas pemasaran tujuannya
juga mencari G-Spot itu. Semoga teman2 marketer segera menemukannya.

Salam Dahsyat

February 27, 2009 Posted by | About Sales | Leave a comment

Kenalilah Tipe Konsumen Anda

Dewasa ini ada banyak ilmu yang bisa Anda pelajari mengenai
perilaku/watak/karakter dari seorang manusia. Sebut saja ada yang namanya
Personality Plus yang membahas 4 karakter manusia antara lain si popular
Sanguinis, si sempurna Melankolik, si kuat Koleris dan yang terakhir si
cinta damai Phlegmatis.

Dan menurut Florence Litteur, penulis dari buku Personality Plus bahwa
setiap manusia ternyata bisa memiliki lebih dari 1 macam karakter yang
akhirnya bisa dikombinasikan menjadi Koleris Sanguinis, Koleris Melankolik,
Phlegmatis Melankolik.

Begitu juga dalam ilmu NLP yang dikenal dengan sebutan Meta Programs. Dari
informasi yang pernah diperoleh oleh penulis yaitu sekitar pertengahan bulan
Oktober 2008 bahwa sudah ada sekitar 60-an perilaku/watak/karakter manusia
yang diuraikan didalam Meta Programs, antara lain adalah sebagai berikut ini
Toward – Away From, Internal – Eksternal, Matcher – Mismatcher, Independen,
Kooperatif dan Proximity dan sebagainya.

Dan selain Meta Programs maka dalam NLP kita juga bisa pelajari yang namanya
Eye-Accessing Cues yaitu penunjuk berdasarkan gerakan mata, dan juga Sistem
Representasi yang dalam bahasa sehari-hari kurang lebih adalah panca indera
manusia. Dan konon ilmu NLP sudah banyak diaplikasikan ke dalam berbagai
bidang terutama dalam bidang penjualan karena bisa dipergunakan buat
memahami perilaku konsumen.

Sebenarnya ilmu buat memahami perilaku/watak/karakter manusia sudah banyak
sekali, antara lain: ada yang bisa menilai perilaku/watak/karakter seseorang
hanya dari bentuk wajah, gaya jalan, cara bicara, tanda tangan dll.

Begitu juga dalam dunia penjualan, menurut pakarnya maka bisa dikategorikan
menjadi 7 tipe pembeli/konsumen berikut ini uraiannya :

1. Pembeli Apatis

Jenis tipe pembeli apatis adalah jenis orang yang tidak pernah membeli
apapun, dan mereka juga tidak perduli sebagus apa produk Anda, seberapa
murahnya produk Anda. Karena pada dasarnya tipe pembeli ini mempunyai sifat
yang pesimis dan sinis. Dan tipe pembeli apatis mewakili 5% dari pasar
konsumen.

2. Pembeli Aktualisasi Diri

Pembeli aktualisasi diri adalah kebalikan dari pembeli apatis, tipe pembeli
ini mengetahui dengan pasti apa yang mereka butuhkan, apa manfaatnya, berapa
harganya, apa yang mereka beli dan mereka segera akan mendapatkannya. Dan
tipe pembeli ini juga mewakili pasar konsumen sebesar 5%.

3. Pembeli Analitis

Tipe pembeli analitis ini mewakili 25% dari pasar konsumen. Tipe ini
cenderung sangat detail terutama pada masalah angka, detail pada spesifikasi
dari produk yang Anda jual. Dan biasanya tipe ini juga menekuni bidang
usaha/pekerjaan dibidang akuntan, insinyur, bankir atau apapun yang
berkaitan dengan angka. Sebagai seorang tenaga penjual maka saat Anda sedang
menghadapi calon pembeli tipe analitis maka yang perlu segera Anda
presentasikan adalah hal-hal yang bersifat spesifik dari produk/jasa Anda
misalnya seperti : cara kerja produk/jasa, harganya, manfaatnya, pelayanan
sesudah pembelian, dll.

4. Pembeli Penghubung

Tipe pembeli penghubung cenderung tidak terlalu antusias. Dan arah
komunikasi dengan tipe pembeli ini harus sabar dan pelan-pelan dalam
membangun hubungan. Tipe pembeli ini sangat tergantung dan memperhatikan
pandangan, pendapat orang lain dalam penggambilan sebuah keputusan pembelian
sebuah produk. Kadang-kadang mereka sangat perlukan pendapat dan saran
tentang produk yang akan mereka beli baik itu dari pihak keluarga, kolega,
teman. Dan tipe pembeli ini juga mewakili 25% dari pasar konsumen. Sebagai
seorang tenaga penjual jika Anda sedang berhadapan dengan tipe pembeli
penghubung maka tugas Anda adalah segeralah menyakinkan mereka mengenai
produk Anda dengan cara menunjukkan siapa saja yang telah membeli dan
memakai produk Anda. Pembeli penghubung biasanya berprofesi seperti guru,
pengawai adminitrasi, dokter, perawat.

5. Pembeli Penyetir

Tipe ini sangat fokus pada hasil, mereka akan “to the point” dan tanpa
basa-basi, mereka tidak suka membina hubungan dengan Anda, karena mereka
hanya perduli apa yang bisa produk/jasa Anda lakukan bagi mereka. Maka
berfokuslah pada saat presentasi dengan menampilkan keunggulan-keunggulan
dari produk/jasa Anda. Dan tipe pembeli ini juga mewakili 25% dari pasar
konsumen. Mereka biasanya berprofesi sebagai seorang manajer, eksekutif,
kepala cabang.

6. Pembeli Yang Senang Bersosialisasi

Tipe pembeli ini sangat ramah, cepat akrab, mudah bergaul dan Anda tidak
akan menemukan kesulitan buat membangun hubungan dengan mereka. Tipe pembeli
ini sangat cepat setuju dengan Anda tanpa memperhatikan apa kelebihan dari
produk/jasa Anda, namun bisa saja sesudah beberapa hari sebelum/sesudah
pembelian maka mereka bisa saja sudah lupa semuanya mengenai topik
pembahasan dengan Anda. Dan tipe ini juga mewakili 25% dari pasar konsumen.

7. Pembeli Impulsif

Tipe pembeli ini bisa dikatakan sangat terdorong emosional dalam memiliki
sesuatu, misalnya jika ada peluncuran produk/jasa baru seperti mobil, jam
tangan, hp, baju maka merekalah yang merupakan orang pertama yang selalu
siap buat mencobanya. Dan tipe ini mewakili sekitar 5%-10% dari pasar
konsumen.

8. Pembeli Informatif

Menurut pengamatan penulis, maka masih ada 1 tipe pembeli yang bisa
dikategorikan sebagai tipe informatif. Tipe pembeli ini sangat seleksi
sekali terhadap produk/jasa yang akan mereka beli. Biasanya tipe ini akan
mencari tahu mengenai produk/jasa yang akan mereka beli melalui sejumlah
informasi seperti internet, nanya pada pakarnya, nanya kepada mereka yang
sudah pernah menggunakannya. Jika Anda sedang berha dapan dengan tipe
pembeli informatif maka tugas Anda adalah lakukan presentasi secara
profesional, jelas, singkat. Biasanya tipe informatif ini rasa loyalitasnya
sangat tinggi sekali dan mereka akan beli dari Anda serta bersedia
rekomendasikan produk/jasa Anda. Tapi jangan sampai mereka sempat kecewa
maka yang akan Anda peroleh adalah sebalik.

Nah sebagai seorang tenaga penjual ( sales person ) maka semuanya kembali
lagi pada diri Anda sendiri dalam mengambil sebuah pilihan yaitu ilmu mana
yang nurut Anda bisa dipraktekkan, apakah Personality Plus ? Meta Programs ?
atau macam-macam tipe pembeli ? 100% terserah Anda.

Best Regards

Halim Ivan

February 4, 2009 Posted by | About Sales | Leave a comment

welcome to dunia sales

Sales

adalah kata yang sering kita dengar sehari-hari, dan kita semua tidak bisa lepas sales untuk itu dunia sales akan memberikan info dan pengertian tentang sales yang luas. Didalam sales ada marketing, karena keduanya tidak bisa dipisahkan dan harus bersinergi satu dengan yang lainnya. Semoga blog ini bermanfaat buat kita semua………

January 30, 2009 Posted by | About Sales | Leave a comment